Ketika ibu melahirkan bayinya, ternyata bayi yang dilahirkan tidak menangis, tidak ada
reaksi dengan suara, tidak ada kontak mata terhadap orang disekitarnya, tidak
ada reaksi terhadap sinar lampu, getaran, atau kemungkinan kepala membesar atau
bahkan mengecil. Permasalahannya
adalah, mengapa anak menjadi Anak Berkebutuhan Khusus?
Banyak cerita dari ibu-ibu yang melahirkan
anaknya dengan susah payah sehingga memerlukan
pertolongan alat kedokteran, minum-obat-obatan, atau kehabisan air
ketuban sehingga bayi tidak dapat bernafas atau warna mata menjadi kuning, dan
lain-lain. Cerita itu juga ditambah bahwa
ibu mengandung anak tidak dikehendaki, sehingga orangtua berusaha menggugurkan kandungannya dengan minum obat
tradisional atau dipijat ke dukun bayi, hal ini menyebabkan anak lahir cacat
atau mereka memiliki hambatan dalam penglihatannya, pendengarannya,
kecerdasannya ataupun fisiknya sehingga dikatakan anak menjadi cacat dan Anak Berkebutuhan
Khusus.
Apakah Penyebab Kelainan pada ABK?
Sebagai makhluk
beragama akan yakin bahwa anak berkebutuhan khusus lahir ke dunia
di samping sudah menjadi taqdir yang Mahakuasa, tetapi sebagai manusia yang berkecimpung di dunia
keilmuan perlu mengkaji, dan mengidentifikasi mengapa hal itu bisa terjadi.
Karena di samping takdir bisa juga karena ada faktor-faktor tertentu yang
menjadi penyebabnya. Banyak faktor
penyebab terjadinya anak berkebutuhan khusus menjadi tunanetra, tunarungu, tunagrahita,
tunadaksa, dan lain-lain. Banyak
para pakar telah mendapatkan faktor-faktor penyebab terjadinya
hambatan/kelainan sehingga dapat di bagi menjadi tiga fase yaitu: masa pre
natal, natal dan post natal.
Mengkaji penyebab anak mengalami kelainan, dan ditambah
dengan hasil-hasil riil penelitian
keilmuan dilapangan, juga
upaya-upaya yang terua di lakukan oleh para pelaku pendidikan dan ahli medis,
akan lebih mencermati untuk mencari solusi menuju ke arah kesembuhan, atau setidaknya mengupayakan
optimalisasi perkembangannya agar mereka dapat hidup mandiri, dan termotivasi
untuk dalam mengembangkan kemampuannya sebagai
anggota masyarakat yang produktif.
Dari berbagai
kajian pustaka maupun pengalaman lapang, faktor-faktor penyebab anak menjadi berkebutuhan khusus, dilihat dari waktu
kejadiannya dapat dibedakan menjadi tiga
klasifikasi, yaitu kejadian sebelum kelahiran, saat kelahiran dan penyebab yang terjadi
lahir.
3. Peristiwa Pre natal ( sebelum kelahiran )
Ketunaan
yang terjadi pada anak ABK yang terjadi sebelum masa kelahiran dapat disebabkan
antara lain oleh hal-hal sebagai berikut.
3.1. Karena Penyakit.
Berbagai penyakit khusus ditengarai dapat menyebabkan
kelainan pada janin yang masih berada dalam kandungan ibu diantaranya adalah
- Virus Liptospirosis, virus ini bersumber dari air kencing tikus, yang masuk ke tubuh ibu yang sedang hamil. Jika virus ini merembet pada janin yang sedang dikandungnya melalui placenta maka ada kemungkinan anak mengalami kelainan.
·
Virus
maternal rubella atau dalam dunia awam disebut dengan morbili atau campak Jerman. Virus retrolanta Fibroplasia (RLF) yang
menyerang ibu yang sedang hamil
dan janin yang dikandungnya. Penyakit
ini merusak jaringan kulit sampai mengenai persyarafan disertai demam tinggi
dalam waktu lama, sehingga menggangu pertumbuhan dan perkembangan janin, sehingga kemungkinan akan timbul
kecacatan pada bayi yang lahir.
- Penggunaan obat-obatan kontrasepsi yang salah pemakaian, dan tidak dengan petunjuk ahlinya, dapat pula mengakibatkan pertumbuhan janin terhambat, sehingga tidak berkembang secara wajar.
- Keracunan darah (Toxaenia) pada ibu-ibu yang sedang hamil dapat menyebabkan janin tidak dapat memperoleh oksigen secara maksimal, sehingga mempengaruhi pertumbuhan syaraf-syaraf di otak yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem syaraf dan ketunaan pada bayi.
·
Penyakit menahun seperti TBC dapat mengakibatkan kalainan pada metabolisme ibu,
kondidi ini dapat merusak sel-sel darah tertentu selama
pertumbuhan janin dalam kandungan, dan
pada gilirannya akan menyebabkan ketunaan pada aspek tertentu.
·
Infeksi karena penyakit kotor ( penyakit
kelamin /sipilis yang diderita ayah atau ibu sehingga mempengaruhi terhadap
janin sewaktu ibu mengandung), toxoplasmosis( dari virus binatang seperti bulu
kucing ), trachoma dan tumor. Tumor dapat terjadi pada otak yang berhubungan
dengan indera penglihatan akibatnya kerusakan pada bola mata , dan pendengaran akibatnya
kerusakan pada selaput gendang telinga.
·
Kekurangan vitamin atau kelebihan zat besi
/timbel sehingga ibu keracunan yang mengakibatkan kelainan pada janin yang
menyebabkan gangguan pada mata. Juga kerusakan pada otak sehingga menyebabkan
terganggu fungsi berfikirnya atau verbal komunikasi, kerusakan pada organ
telinga sehingga hilangnya fungsi pendengaran.
3.2. Penyebab Lain
- Faktor rhesus (Rh) anoxia prenatal, kekurangan oksigen pada calon bayi di kandungan yang terjadi karena ada gangguan/infeksi pada placenta,
- Pengalaman traumatic yang menimpa pada ibu yang sedang hamil sehingga jiwanya menjadi goncang, tertekan yang secara langsung dapat berimbas pada bayi dalam perut,
- Percobaan abortus yang gagal, sehingga janin yang dikandungnya tidak dapat berkembang secara wajar.
·
Terjadinya perdarahan pada saat ibu hamil
dikarenakan kecelakaan / jatuh atau kelainan pada kandungan yang mengakibatkan
kerusakan pada otak atau organ
lainnya.
·
Terjadi kelahiran muda ( premature ) atau
bayi lahir kurang waktu, bayi yang lahir
sebelum waktunya, sering meninbulkan ketunaan karena ada perkembangan janin
yang mungkin belum semprna.
·
Karena
faktor keturunan. Hal ini pada umumnya terjadi dari hasil
perkawinan bersaudara sesama tunanetra,tuna rungu ataupun yang lainnya, atau
mempunyai orangtua yang cacat. Contohnya:
akibat tunanetra faktor dari penyakit
pada retina yang umumnya merupakan keturunan
( Retinitis Pigmentosa ), Penyakit ini sedikit demi sedikit
menyebabkan mundur atau memburuknya retina. Gejala pertama biasanya sukar
melihat di malam hari, diikuti dengan hilangnya penglihatan periferal, dan
sedikit saja penglihatan pusat yang tertinggal.
·
Beberapa pakar menyebutkan bahwa kecacatan
disebabkan akibat penggunaan sinar X pada waktu ibu hamil muda mengakibatkan
kerusakan pada organ telinga. Banyak
bayi dilahirkan dengan kondisi kepala kecil Microcepalic, cacat mental,
cacat mata, cacat anggota badan, dan celah langit-langit.Bukti yang sangat
menyakinkan bahwa radiasi menimbulkan cacat pada bayi dengan menaiknya
frekuensi cacat pada microcepalic dan cacat mental pada peristiwa meledaknya om
atom di Hirosima.
4.
Natal ( terjadi saat kelahiran )
Proses kelahiran hanya terjadi
beberapa saat, namun penanganan yang tidak tepat pada saat proses kelahiran,
dapat membawa dampak yang cukup menentukan dalam perkembangan anak. Pada
proses melahirkan berbagai resiko yang akan
dialami oleh seorang ibu maupun bayinya. Resiko tersebut bisa mengancam
keselamatan jiwanya, maupun untuk bayi. Misalnya
pada waktu melahirkan, proses melahirkan sangat sulit sehingga harus
menggunakan peralatan yang digunakan untuk membantu agar anak dapat lahir.
Biasanya peralatan yang digunakan untuk membantu melahirkan seperti vacuum yang
dapat menarik kepala anak sehingga anak bisa keluar dari rahim ibu. Dari alat
tersebut kepala tertarik sehingga mengakibatkan kerusakan fisik pada kepala,
otak, dan sistem saraf pusat dapat menyebabkan keterbelakangan mental.
·
Aranatal
noxia yaitu seorang bayi sebelum dilahirkan suplai oksigen
diperoleh dari ibu lewat plasenta dan tali pusar, akan tetapi setelah ia
dilahirkan, ia harus memperoleh oksigen dari udara bebas. Karena leher bayi
terbelit atau karena ada lendir pada
jalan pernafasan, akibatnya pernafasan bayi tidak dapat normal. Gangguan kerja
pernafasan ini dapat mengakibatkan otak kekurangan oksigen atau jaringan otak
menjadi mati. Kekurangan oksigen dapat juga karena bayi lahir premature.
·
Proses kelahiran yang menggunaklan Tang Verlossing (dengan bantuan Tang).
Cara ini dapat menyebabkan brain injury
(luka pada otak) sehingga pertumbhan otak kurang dapat berkembang secara
maksimal. Pendarahan otak disebabkan
oleh karena luka yang terjadi pada proses kelahiran. Pendarahan ini terjadi
karena anoxia maupun karena adanya luka secara fisik di otak. Luka di otak
karena penggunaan alat bantu persalinan yang salah dan ceroboh dan tidak
profesional, sehingga dapat mengakibatkan luka pada otak atau menekan bagian
syaraf tertentu yang dapat mengakibatkan adanya gangguan fungsi syaraf
penglihatan, pedengaran atau persyarafan lain yang dapat mengakibatkan gangguan
perkembangan otak.
·
Placenta
previa ( jaringan yang melekat pada segmen bawah rahim dan
menutupi mulut rahim sebagian atau seluruhnya. Sehingga terjadi pendarahan di
otak.
·
Proses kelahiran yang lama, karena pinggul
ibu kecil sehingga sulit melahirkan atau kekurangan air ketuban mengakibatkan
bayi kekurangan cairan sehingga berpengaruh terhadap penglihatan, pendengaran,
otak dan darah sehingga berpengaruh pada perkembangan bayi.
·
Disproporsi
sefalopelvik ( tulang kemaluan ibu yang kurang
proposional), sehingga proses kelahiran
dapat merusak sistem syaraf otak. Proses kelahiran bayi yang
terlalu lama sehingga mengakibatkan bayi kekurangan zat asam/oksigen. Hal ini
dapat mengganggu pertumbuhan sel-sel di otak.Keadaan bayi yang lahir dalam
keadaan tercekik oleh ari-ari ibunya sehingga bayi tidak dapat secara leluasa
untuk bernafas yang pada gilirannya dapat mengganggu keadaan otak.
·
Letak bayi sungsang sehingga kesulitan ibu
melahirkan yang mengakibatkan pengaruh perkembangan bayi. Kelahiran bayi pada posisi sungsang sehingga
bayi tidak dapat memperoleh oksigen
cukup yang akhirnya dapat mengganggu perkembangan sel di otak.
A.
Post Natal
Berbagai peristiwa yang dialami anak dalam
kehidupannya seringkali dapat mengakibatkan seseorang kehilangan salah satu
fungsi organ tubuh atau fungsi otot, dan syaraf. Bahkan dapat pula kehilangan
organ itu sendiri. Penyebab ketunaan yang terjadi setelah kelahiran diantaranya
adalah
·
Seorang anak pada usia 2 tahun menderita penyakit
panas sampai satu minggu tidak turun suhu badannya , si ibu tidak segera
memeriksakan ke dokter sehingga terjadi luka-luka dan infeksi pada telinga
anaknya. Setelah mengetahui bahwa pada telinganya terjadi pembengkakan yang
diakibatkan karena luka tusukan benda kecil, yang tidak diketahui sebelumnya. Beberapa
hari kemudian dari telinga anak tersebut terdapat cairan yang mengeluarkan bau
tidak sedap. Sehingga akibatnya organ telinga luar ( membrana tympani / gendang
telinga rusak ) pada masa kanak-kanak.
- Penyakit radang selaput otak (meningitis) dan radang otak (Enchepalitis) yang diakibatkan karena penyakit yang diderita pada masa kanak-kanak misalnya radang selaput otak akibat radiasi seperti infeksi pada selaput otak, radang otak, infeksi pada organ telinga pada kasus diatas atau akibat kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan fungsi pendengaran, fungsi organ tubuh yag lainnya., yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak menjadi terganggu. Berbagai penyakit yang diderita pada masa kanak-kanak dapat menyebabkan Anak Berkebutuhan Khusus.
- Terjadi incident (kecelakaan) yang melukai kepala dan menekan otak bagian dalam sehingga keadaan otak menjadi terganggu. Traumatik disebabkan oleh pukulan ,tusukan, benturan benda yang mengakibatkan organ tubuh menjadi tidak berfungsi, atau operasi tulang temporal pada telinga, kerusakan tulang-tulang pendengaran yang mengakibatan anak menjadi tuli atau goncangan keras pada kepala dapat menyebabkan kerusakan otak sehingga menjadi anak terbelakang mental.
·
Kekurangan
gizi /vitamin pada usia balita sehingga perkembangan dan pertumbuhan organ
tubuh ( otak, telinga, dan bagian tubuh yang lain) akan terhambat sehingga
mengakibatkan kelainan .
·
Diabetes Melitus. Jenis penyakit ini termasuk penyakit berat
menahun yang mengenai selurh bagian tubuh manusia melalui pembuluh darah,
akibat tertimbunnya gula darah dalam tubuh.Penyakit ini dapat berkomplikasi
bersamaan dengan munculnya penyakit lain, pada organ mata apat menyebabkan
penyakit berupa retinopathia dan cataracta.Sehingga penderita
diabetes mengakibatkan kerusakan pada lensa mata mengakibatkan gangguan
penglihatan atau berpengaruh terhadap kebutaan.
·
Hipertensi. Seseorang yang memiliki kasus hipertensi dapat mengakibatkan arteriosclerosis, penyempitan pembuluh
darah atau bahkan pecahnya pembuluh darah pada otak yang memberikan gejala exudasi dan pendarahan retina serta
penyumbatan arteri atau vena centralis reina, sehingga mengakibatkan
gangguan penglihatan dari tingkat ringan sampai menjadi buta.
- Penyakit panas tinggi dan kejang-kejang (stuip), radang telinga (otitis media), malaria tropicana, yang dapat berpengaruh terhadap kondisi badan.
Sumber
: Buku Pengantar PLB/Pengarang I.G.A.K.Warani
sangat membantu :)
BalasHapusTerimakasih mbak :)
Hapusmudah di pahami. mantap
BalasHapus